Sharing Seputar Dunia Komputer, Blogging, Ms.Office dan Informasi

CARA MENGURUTKAN (SHORT) DATA OTOMATIS DI EXCEL 2007

Untuk kebutuhan tertentu didalam pengolahan data secara numerik pada Microsoft Excel 2007 kita akan diminta untuk mengurutkan sebuah data acak dan biasanya dari nilai yang terkecil sampai dengan yang terbesar. Bila jumlahnya tidak terlalu banyak mungkin saja anda dapat melakukannya secara manual, namun bagaimana bila jumlah data tersebut berjumlah puluhan bahkan ratusan? tentunya dibutuhkan sebuah cara yang otomatis untuk mempercepat pekerjaan kita.

Dari pengalaman saya, ada 2 cara yang dapat kita gunakan agar data otomatis terurut yaitu :

1. Menggunakan fungsi short yang disediakan oleh Excel
Melalui fungsi ini anda dapat dengan cepat dan mudah mengurutkan data acak pada sel atau kolom tertentu, seperti pada contoh berikut ini :

Cara mengurutkan data otomatis pada Excel, Rumus Short Excel
Tabel 1
Pada tabel di samping terlihat data penjualan dari sebuah toko dengan jenis produk yang sama hanya berbeda merek yaitu A sampai J dengan tingkat penjualan yang berbeda-beda dalam satu bulan (sel C3 sampai C12).

Dari data ini tentunya kita ingin mengetahui merek apa yang memiliki tingkat penjualan terendah, sedang dan tingkat penjualan tertinggi.

Untuk maksud tersebut silahkan blok angka 117 sampai dengan nilai terakhir yaitu 156 >> di dalam area blok, klik kanan mouse dan pilih Short smallest to Largest. Berikut adalah screen shootnya :

Cara mengurutkan data otomatis pada Excel, Rumus Short Excel
Tabel 2













Operasi tersebut akan menghasilkan data terurut dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar, demikian pula dengan merek produknya yang akan ikut menyesuaikan dan terlihat seperti ini :

Cara mengurutkan data otomatis pada Excel, Rumus Short Excel
Tabel 3













Pada tabel tersebut terlihat bahwa produk dengan merk E memiliki tingkat penjualan terendah kemudian meningkat ke bawah sampai dengan merek C dengan tingkat penjualan tertinggi.

2. Menggunakan rumus 
Mungkin sahabat akan sempat bertanya, mengapa harus menggunakan rumus? rumus digunakan bila kita ingin menggurutkan data seperti pada contoh sebelumnya pada sel atau kolom yang berbeda. Misalkan saja pada kolom D. 

Silahkan anda perhatikan lagi data tabel 1 di atas dimana nilai yang akan kita analisis berada pada range C3:C12, maka untuk mencari nilai penjualan terendah pertama, maka rumus yang kita ketikkan adalah : 
=SMALL($C$3:$C$12;1) akan menghasilkan 105

=SMALL($C$3:$C$12;2) akan menghasilkan nilai 106
demikian juga seterusnya...

Nah, sekarang kita akan mencoba untuk mengurutkan data tersebut pada kolom D secara otomatis hanya dengan satu rumus saja. Rumus ini berfungsi membaca range dari sel-sel yang berisi data seperti pada Tabel 1. Berikut ini adalah gambarnya :

Cara mengurutkan data otomatis pada Excel, Rumus Short Excel
Tabel 4















Pada Sel D3 masukkanlah rumus :
=SMALL($C$3:$C$12;ROW()-2)

Penjelasannya :
  • Small : Nilai terkecil dari kumpulan data acak yang dianalisis.
  • $C$3:$C$12 adalah range data.
  • Bila tanda ; tidak berfungsi silahkan diganti dengan tanda , (koma). 
  • -2 adalah jumlah sel kosong sebelum sel D3, yang berarti bila terdapat 3 sel kosong sebelum D3 maka anda harus mengganti -2 menjadi -3 (silahkan disesuaikan).
Bila hasil rumus telah muncul, silahkan dicopy kebawah dengan cara mendrag mouse (tarik rumus ke bawah tepat pada saat tanda plus + muncul di pojok kanan nilai 105). Hasil yang didapatkan adalah seperti ini :

Cara mengurutkan data otomatis pada Excel, Rumus Short Excel
Tabel 5















Demikian cara otomatis untuk mengurutkan data dari nilai yang terkecil sampai dengan yang terbesar menggunkan fungsi Short dan rumus pada Microsoft Excel 2007, semoga dapat mudah difahami dan memberi kemudahan bagi rekan-rekan.

4 POSISI IKLAN DI BLOG YANG BANYAK DIKLIK PENGUNJUNG

Tidak dapat dipungkiri bila iklan adalah salah satu sumber penghasilan yang dapat diperoleh oleh sebuah blog.  Dari berbagai jenis iklan tersebut salah satunya yang sangat populer di kalangan blogger adalah PPC (Pay per Click) dimana seorang publisher akan mendapat bayaran bila ada pengunjung yang meng-klik iklan tersebut.

Semudah itukah? ternyata tidak, karena posisi penempatan iklan akan menjadi faktor yang sangat berpengaruh selain faktor utama jumlah visitor unik dalam satu hari. Beberapa pengiklan besar seperti Adsense dan Chitika, telah memberi arahan bagi publishernya dalam menemmpatkan iklan agar hasilnya dapat semaksimal mungkin. Hal inilah yang akan kita bahas dalam kesempatan yang baik ini.

Beberapa posisi iklan yang strategis tersebut, antara lain :

1. Posisi iklan di bawah judul artikel
Mengapa harus dibawah judul artikel? asumsinya adalah iklan akan muncul sesaat setelah pengunjung mengklik salah satu judul artikel blog kita melalui mesin pencari. Harapannya adalah mereka akan langsung mengklik iklan karena tertarik pada iklan tersebut baik karena kontennya yang relevan atau bisa juga karena desainnya yang apik. Untuk posisi ini, silahkan disesuaikan dengan lebar konten artikel blog masing-masing misalkan saja anda dapat menggunakan ukuran 468x60 atau 728x90.

2. Posisi sidebar blog
Bagian sidebar kita asumsikan menjadi 3 bagian yaitu blog dengan struktur sidebar di sebelah kiri, kanan atau kombinasi keduanya. Posisi ini juga termasuk dalam kategori yang strategis karena sangat mudah terlihat oleh pengunjung blog. Untuk ukuran yang dapat digunakan adalah 120x60, 160x600 atau anda dapat menggunakan ukuran 250x250 dan 300x250 agar iklan dapat dikombinasikan dengan berbagai widget blog lainnya.

3. Posisi akhir artikel 
Bagian ini menjadi pertimbangan karena memang sudah terbukti meningkatkan nilai klik, mengapa demikian? Karena iklan yang muncul tidak akan mengganggu pengunjung dan mereka telah mendapatkan apa yang dicari setelah membaca artikel yang anda tulis. Apalagi bila iklan tersebut sangat berkaitan dengan artikel, maka kemungkinan klik juga sangat besar. Untuk ukuran yang ideal pada posisi ini anda dapat menggunakan ukuran 550x250 atau 300x250.

4. Di atas komentar blog 
Untuk posisi ini iklan ditempatkan tepat di atas form komentar sebuah blog. Posisi ini bisa menjadi sangat ideal bila blog anda ramai komentar. Karena posisinya yang agak di bawah maka bagi blog yang masih sepi komentar mungkin lebih baik memilih penempatan iklan seperti pada 3 poin sebelumnya.

Ke 4 posisi tersebut dapat kita rangkum pada sebuah gambar yang saya ambil langsung pada arahan Chitika berikut ini :
Posisi iklan terbaik pada blog, Cara menempatkan iklan agar banyak diklik pengunjung
Source : Chitika, Inch
  

















Lalu bagaimana cara menempatkan iklan langsung ke dalam konten blog :
1. Kode iklan harus terlebih dahulu diparse (diubah formatnya) agar dapat langsung menyatu dengan kode HTML blog. Untuk memparse kode iklan anda dapat memanfaatkan tool gratis pada alamat ini http://www.blogcrowds.com/resources/parse_html.php

2. Untuk menempatkannya pada awal artikel ataupun akhir artikel anda dapat membaca tulisan saya terdahulu disini.

KESIMPULAN :
Selain jumlah pengunjung dan page view yang tinggi pada sebuah blog, penempatan iklan terbaik pada intinya adalah iklan tersebut mudah untuk dilihat oleh pengunjung, menarik dan tentunnya tidak mengganggu pandangan pengunjung terutama saat membaca artikel di blog anda. Karena struktur blog yang berbeda-beda anda dapat mencoba format tersebut satu-persatu atau dapat juga menggunakan kombinasinya sehingga pada akhirnya ditemukan posisi iklan yang benar-benar ideal dan banyak mendapatkan klik pengunjung.

CARA MENYESUAIKAN HASIL PRINT F4 MENJADI A4 DI WORD

Bila anda mengalami kesulitan untuk menyesuaikan hasil print dokumen di Word menggunakan kertas A4 (kwarto) padahal sebelumnya ketikan telah disettup menggunakan kertas F4 (legal), mungkin tidak ada salahnya untuk mencoba cara yang pernah saya gunakan ini.

Kelebihan dari cara ini adalah kita tidak akan direpotkan lagi untuk mengatur ketikan secara manual agar dapat cukup pada kertas A4 (8,27 x 11,69") dimana ukurannya memang lebih pendek dari kertas jenis legal (8,5 x 14"). Sedangkan kekurangannya adalah nantinya hasil print out akan terlihat lebih kecil dari aslinya, berkurang sekitar 20 %.


Langsung saja, berikut ini cara pengaturannya :

1. Setelah dokumen selesai dibuat silahkan tekan kombinasi keyborad Ctrl + P, sehingga perintah untuk mencetak segera muncul seperti gambar berikut : 

cara print tabel di word agar hasilnya tidak terpotong, mengatur jenis kertas pada printer


A : Scale to paper size = adalah inti dari tips yang kita gunakan untuk menyesuaikan hasil print, pada langkah ini pilihlah A4.

B : Printer Name = Sesuaikan dengan seri printer yang anda gunakan saat ini.

C : Page range = Gunakan pilihan All untuk mencetak keseluruhan dokumen, Current page untuk halaman tertentu saja (dimana cursor mouse berada) ata Pages untuk mencetak halaman secara acak misalkan 1-5.

D : Copies = Perintah untuk menjadikan hasil cetakan menjadi beberapa rangkap misalkan saja 2 ( silahkan disesuaikan dengan kebutuhan).

2. Setelah semuanya selesai disetting, klik OK untuk memulai pencetakan.

Semoga cara sederhana dan singkat ini dapat membantu anda untuk menyesuaikan hasil print pada kertas F4 ke A4 di Microsoft Word tanpa harus direpotkan lagi dengan pengaturan manual karena memang semuanya akan diatur oleh printer.
Back To Top